Selasa, 02 Maret 2010

Laporan Kegiatan Pemuda PBK UT

LAPORAN KEGIATAN
PEMBINAAN KEPEMUDAAN KARANG TARUNA
“ SUPIT MINANGKORO ”
DI DESA WIRADESA KECAMATAN WIRADESA
KABUPATEN PEKALONGAN

Disusun untuk memenuhi tugas
mata kuliah Pembelajaran Berwawasan Kemasyarakatan

Tutor : Zaenuddin Yoewana, S.E.,M.M.



Disusun Oleh :

Nama : Moh. Taofik Ismail
NIM : 815296616
Kelas : P
Pokjar : Bojong



PROGRAM S1 PGSD GURU KELAS SWADANA
POKJAR BOJONG KAB. PEKALONGAN
UNIVERSITAS TERBUKA
UPBJJ-UT SEMARANG
2008.2
LEMBAR PENGESAHAN



Judul : Program Kegiatan Pelatihan Penyablonan (Sablon)


Disusun Oleh :

Nama : Moh. Taofik Ismail
NIM : 815296616
Kelas : P
Pokjar : Bojong Kab. Pekalongan
UPBJJ-UT: Semarang


Laporan ini telah diterima dan disahkan oleh tutor mata kuliah Pembelajaran Berwawasan Kemasyarakatan pada :

Hari : ………………………………
Tanggal : ………………………………

Sebagai persyaratan untuk memenuhi tugas mata kuliah Pembelajaran Berwawasan Kemasyarakatan Program S1 PGSD Guru Kelas Swadana Pokjar Bojong Kabupaten Pekalongan UPBJJ-UT Semarang Tahun 2008.2


Wiradesa, Nopember 2008

Mengetahui
Kepala UPBJJ-UT Semarang
Tutor PBK




Prof. Dr. Y.L. Sukestiyarno, M.S.
NIP 132404322



Zaeuddin Yoewana, S.E.,M.M.
NIP 070008615

ii
PRAKATA


Dengan ucapan Alhamdulillah kami panjatkan kehadirat Allah SWT, dengan karunia-Nya berkenan melimpahkan rahmat dan hidayah-Nya kepada kita semua, sehingga kami mampu menyelesaikan Laporan Pelaksanaan Program Kepemudaan dengan tepat waktu.
Potensi yang dimiliki pemuda sangat diperlukan dan merupakan salah satu modal dasar pembangunan yang mutlak diperlukan sehingga perlu ditumbuhkembangkan agar mereka dapat berperan secara aktif dalam mengisi pembangunan melalui peningkatan kemampuan dan kemanfaatan mereka sendiri sesuai dengan bakat dan minat yang dimilikinya.
Jiwa kewiraswastaan dan kewirausahaan sangat perlu dimiliki oleh para pemuda dengan harapan agar mereka dapat mengembangkan segala kreatifitasnya guna meningkatkan kecakapan hidup dalam segala aspek kehidupan.
Kami menyadari masih banyak kekurangan di dalam pembuatan laporan ini. Oleh karena itu kritik dan saran sangat kami perlukan dari semua pihak demi kesempurnaan laporan ini.
Ucapan terima kasih kami haturkan kepada semua pihak yang telah berkenan membantu dalam Pelaksanaan Program Pelatihan ini sampai akhir laporan dan kami mohon maaf atas segala kekurangan baik pada pelaksanaan program maupun laporan yang kami sajikan.



Wiradesa, Nopember 2008

Penulis

iii
DAFTAR ISI

HALAMAN JUDUL …………………………………………………………
HALAMAN PENGESAHAN ………………………………………………..
PRAKATA …………………………………………………………………...
DAFTAR ISI ……………………………………………………………….... i
ii
iii
iv
BAB I PENDAHULUAN
A. Latar Belakang ……………………………………………….
B. Tujuan ……………………………………………………….
1
3
BAB II
PELAKSANAAN PROGRAM
A. Tempat dan Waktu Pelaksanaan ……………………………..
B. Materi Kegiatan ………………………………………………
C. Strategi dan Deskripsi Jalannya Kegiatan ……………………
4
6
6
BAB III TEMUAN DAN HASIL
A. Temuan dan Hasil Evaluasi Proses ………………………….
B. Temuan dan Hasil Evaluasi Produk …………………………
C. Pembahasan ………………………………………………….
8
8
8
BAB IV PENUTUP
A. Kesimpulan ………………………………………………….
B. Saran …………………………………………………………
C. Tindak Lanjut ………………………………………………..
D. Lampiran …………………………………………………….
22
22
22
24

iv
BAB I
PENDAHULUAN



A. Latar Belakang
Krisis moral (nilai) yang melanda bangsa Indonesia saat ini khususnya generasi muda membuat kekhawatiran tersendiri bai orang tua dan masyarakat. Arus aliran pola kehidupan budaya barat yang sulit dibendung melalui media massa dan elektronika menjadi pemicu munculnya perilaku negatif anak mua. Pola pergaulan bebas, miras dan narkoba menjadi tren pergaulan anak muda sekarang. Fakta di atas membuktikan bahwa peran dan partisipasi generasi muda dalam pembangunan sangatlah rendah. Padahal modal utama keberhasilan pembangunan adalah generasi muda itu sendiri.
Selama ini masyarakat awam beranggapan bahwa pendidikan moral (nilai) bagi generasi muda sudah cukup didapat dari sekolah formal, padahal kenyataannya pendidikan moral (nilai) yang mereka peroleh di sekolah sangatlah minim. Hal ini dikarenakan materi di sekolah formal lebih banyak memberikan pengetahuan yang bersifat umum daripada pengetahuan yang bersifat moral (nilai).
Oleh karena itu agar para generasi muda tidak terlanjur terjerumus dalam perilaku negatif, diperlukan suatu waah alam masyarakat untuk menampung segala macam pemikiran para generasi muda sehingga dapat berkembang de perilaku yang positif. Selain itu perlu adanya suatu upaya untuk meningkatkan peran para generasi muda dalam pembangunan dengan berbagai kebijakan.
Sejalan dengan diberlakukan UU No.32 tahun 2004 tentang pemerintah daerah, telah terjai perubahan yang semula berasas sentralisasi menjadi desentralisasi dengan aanya perubahan yang dimaksud. Mestinya akan membawa dampak yang sangat besar bagi kita karena termasuk tingkat keikutsertaan para pemuda di dalam segala aspek kehiupan yang dijalaninya.

Direktorat kepemudaan menyimpulkan life skills dalam 3 kelompok yaitu :
1. Kecakapan Personal
Artinya : pemuda harus mampu berfikir rasional yang ditunjukkan dengan aanya sikap mampu menggali dan menemukan informasi, mengolah informasi, mengambil keputusan dan mampu memecahkan masalah secara kreatif.
2. Kecakapan Sosial
Artinya : pemuda harus mampu berkomunikasi, menjalin kerja sama dan menjaga keharmonisan terhadap relasi/hubungan yang dimiliki.
3. Kecakapan Focational
Artinya : pemuda harus mampu menumbuhkembangkan sifat-sifat kejujuran dalam kehidupan sehari-hari dan memiliki semangat untuk bekerja keras.

Untuk membantu para pemuda agar terus meningkatkan segala potensi dan kemampuan yang dimilikinya maka diperlukan konsep yang tepat dalam lembaga kepemudaan agar termotivasi untuk maju.
Apabila lembaga kepemudaan tersebut dapat dikelola dan dikembangkan secara aktif dan kreatif, tentunya dapat menghasilkan sesuatu yang dapat bermanfaat bagi kemandirian menuju sumber daya manusia yang potensial bagi kemajuan dirinya sehingga pada akhirnya untuk kemajuan daerahnya.
Program-program yang dapat diciptakan guna meningkatkan partisipasi pemuda, dapat berupa ketrampilan, kewirausahaan, kepeloporan dan kepemimpinan. Melalui program-program yang dimaksud akhirnya penulis menyadari tidak mampu secara menyeluruh dapat mengembangkan program-program yang ada.
Seiring kemajuan jaman yang semakin pesat dan perkembangan alat-alat elektronik dan otomotif yang semakin moderen maka diperlukan tenaga-tenaga yang trampil dan cekatan serta ulet sehingga peluang yang ada secara terprogram penulis mengadakan pelatihan penyablonan tingkat dasar guna menyiapkan tenaga yang portensial dan mandiri khususnya dibidang jasa pelayanan (customer service) setelah melihat minat dan potensi para pemuda di lingkungan masyarakat di Desa Wiradesa Kecamatan Wiradesa Kabupaten Pekalongan.


B. Tujuan
1. Umum
a. Meningkatkan sumber daya manusia yang mempunyai life skill.
b. Melatih pemuda agar menggali potensi dirinya sesuai dengan minat dan bakat yang dimilikinya.
c. Membangkitkan sikap partisipasi dalam pembangunan di lingkungannya.
d. Memotivasi pemuda agar suka bekerja keras dalam menghadapi tantangan jaman yang penuh dengan persaingan menuju globalisasi.

2. Khusus
a. Memiliki ketrampilan dasar dibidang penyablonan.
b. Mempersiapkan diri memperoleh pengetahuan yang lebih luas tentang penyablonan (sablon).
c. Meningkatkan kreatifitas olah pikir dalam bidang penyablonan (sablon).
d. Mengurangi tingkat pengangguran di lingkungan sekitar.


















BAB II
PELAKSANAAN PROGRAM



A. TEMPAT DAN WAKTU PELAKSANAAN PROGRAM
a. Tempat kegiatan pelatihan sablon (penyablonan) dilaksanakan di Desa Wradesa Kecamatan Wiradesa Kabupaten Pekalongan.
b. Waktu pelaksanaan program pelatihan :

NO WAKTU MATERI PROGRAM KETERANGAN
1 Minggu, 03-08-2008 Penjelasan Penyablonan 80 %
2 Minggu, 10-08-2008 Alat dan Perlengakapan sablon 75 %
3 Minggu, 24-08-2008 Alat dan Perlengakapan sablon 50 %
4 Minggu, 07-09-2008 Kain Screen 75 %
5 Minggu, 14-09-2008 Kain Screen 50 %
6 Minggu, 21-09-2008 Kain Screen 90 %
7 Minggu, 28-09-2008 Proses Pembuatan Afdruk 80 %
8 Minggu, 12-10-2008 Proses Pembuatan Afdruk 50 %
9 Minggu, 19-10-2008 Tehnik Menyablon 75 %
10 Minggu, 26-10-2008 Tehnik Menyablon 100 %










DAFTAR HADIR KEGIATAN PELATIHAN PENYABLONAN
KARANG TARUNA “ SUPIT MINANGKORO “
DESA WIRADESA KECAMATAN WIRADESA
KABUPATEN PEKALONGAN
TAHUN 2008

NO NAMA PERTEMUAN KET
1 2 3 4 5 6 7 8 9 10
1 KRISTIAN
2 MIFTAHUDIN
3 ALIMIN
4 DINARSO
5 HISHOM
6 YASIR
7 SAIFULLAH
8 MUGIRI

Wiradesa, November 2008

Mengetahui
Kepala Desa Wiradesa
Instruktur / Mahasiswa



H. Supono


Moh. Taofik Ismail
NIM 815296616
Mengetahui
Tutor Pembimbing PBK




Zaeuddin Yoewana, S.E.,M.M.
NIP 070008615

B. MATERI KEGIATAN
Untuk materi kegiatan pelatihan penyablonan ini meliputi :
1. Penjelasan tentang materi sablon secara umum
2. Alat-alat dan perlengkapan sablon, meliputi :
a. meja kerja sablon
b. Landasan sablon (bantalan pengalas)
c. Catok
d. Rakel
e. Kaca penekan
3. Kain screen sablon
4. Proses Pembuatan afdruk sablon meliputi :
a. Obat afdruk sablon
b. Obat penghapus afdruk bila afdruk salah
c. Tinta sablon
5. Tehnik menyablon (sabon) khususnya sablon kertas

Materi di atas merupakan materi yang harus dikuasai oleh peserta pelatihan sehingga setelah selesai pelatihan peserta dapat mempraktekkannya di lingkungan masyarakat sesuai dengan minat, bakat serta potensi yang dimilkinya.


C. STRATEGI DAN DISKRIPSI JALANNYA KEGIATAN
1. Strategi Kegiatan
a. Kegiatan dilaksanakan sesuai dengan minat pemuda dilingkungan sekitar.
b. Waktu pelaksanaan kegiatan dimusyawarahkan bersama dengan peserta pelatihan selama 12 minggu.
c. Nara sumber diambilkan dari ahli yang sudah berpengalaman dibidang sablon.
d. Waktu pelaksanaan kegiatan disesuaikan dengan situasidan kondisi daerah setempat (pelaksanaan setiap hari minggu)


2. Jalannya Kegiatan
a. Pembimbing merekrut para generasi muda yang berminat mengikuti pelatihan penyablonan (sablon kertas).
b. Pembimbing mengisi data calon peserta pelatihan.
c. Membuat rencana pelatihan penyablonan.
d. Menentukan tempat pelatihan.
e. Membuat jadwal dan materi pelatihan penyablonan.
f. Mempersiapkan sarana dan prasarana pelatihan.
g. Membimbing damn memberi pengarahan pada saat pelatihan.
h. Mengevaluasi keberhasilan pelatihan.





























7
BAB III
TEMUAN DAN HASIL



A. TEMUAN DAN HASIL EVALUASI PROSES
Dari proses pelaksanaan kegiatan terdapat temuan-temuan sebagai berikut :
1. Peralatan sebagai alat untuk pelatihan sebagian kondisinya rusak sehingga tidak dapat digunakan secara optimal.
2. Dana yang tersedia kurang mencukupi sehingga proses pelaksanaan kegiatan kadang-kadang terhambat.

B. TEMUAN DAN HASIL EVALUASI PRODUK
1. Dari delapan orang yang mengikuti program pelatihan dalam bidang penyablonan (sablon) hasilnya memuaskan, dua orang perlu penyempurnaan dengan latihan yang lebih optimal.
2. Hasil pelaksanaan kegiatan secara umum sudah berhasil dengan baik, dilihat dari kualitas yang didemonstrasikan (uji kompetensi).

C. PEMBAHASAN
3. Pertemuan I
 PENJELASAN PENGERTIAN SABLON (PENYABLONAN)
Sablon atau penyablonan merupakan suatu kegiatan cetak-mencetak tanpa memerlukan atau menggunakan mesin., namun hanya dengan tenaga manusia semata . Sablon dapat diartikan cetak saring, karena sablon adalah proses mencetak dengan menggunakan kain saring khusus (yang disebut screen). Melalui kain saring atau screen tersebut tinta sablon akan disaringkan atau disablonkan melalui pori-porinya untuk membentuk desain atau gambar yang diinginkan atau dikehendaki.
Daya penggunaan sablon sangatlah luas, atau boleh disebutkan hamper tidak terbatas jumlahnya, mengingat usaha sablon ini dapat dilakukan oleh perorangan dari usaha-usaha berskala kecil di rumah-rumah (Home Industri) sampai kepada pabrik-pabrik yang besar.
Berbagai jenis barang yang sulit disebutakan secara pasti jumlah maupun jenisnya’ dapat dikerjakan melalaui usaha sablon ini. Dari mulai kartu undangan, kartu nama, kartu ucapan selamat hari raya, sticker, seragam t-shirt (kaos) regu olah raga , poster untuk keperluan sekolah, hingga peralatan rumah tangga semisal sarung bantal dan guling, gorden, sapu tangan, taplak meja, dan aneka jenis barang yang sangat banyak lagi untuk disebutkan satu-persatu.
Kesemuanya barang bernilai seni tersebut dapat dikerjakan atau dihasilkan melalui proses penyablonan. Dan kelebihan sablon yang lainnya dibandingkan alat-alat percetakan yang lain, adalah dengan adanya peralatan yang sederhana dan relative murah harganya, sesuatu barang yang unik atau menarik desainnya telah dapat diproduksi melalui proses cetak saring ini.
Dengan demikian dapat dikatakan, melalui proses atau usaha sablon ini usaha yang bernilai ekonomis tinggi dapat diperoleh dengan modal usaha yang relative murah. Apalagi melalui jenis usaha ini selain mampu membuka peluang kerja bagi pelakunya selaku tenaga kerja wiraswasta yang tangguh dan mandiri, usaha sablon ini juga mampu membuka peluang bagi orang-orang lainnya. Sehingga jenis usaha sablon merupakan jenis usaha yang sangat menguntungkan dalam berbagai kondisi maupun situasi ekonomi yang bagaimanapun pula keadaannya.
Hal yang paling utama yang harus dimiliki oleh oaring yang ingin menggeluti bidang sablon ini adalah adanya kemauan yang kuat serta sikap kreatif, baik untuk menciptakan berbagai jenis barang maupun dalam mencari terobosan pemasarannya. Perlu diingat atau disadari, bahwa orang yang kreatif tidak pernah mengenal kata pension ! orang kreatif tidak akan pernah kehabisan ide atau gagasan, sehingga dapat disebutkan, orang kreatif tidak akan pernah menganggur.
Usaha sablon merupakan jenis usaha yang menantang kreatifitas sehingga orang-orang yang mau dan mampu mengasah pola piker dan sikap kreatifnya, sangat cocok menekuni usaha yang menjanjikan ini.

2. Pertemuan II dan III
 ALAT DAN BAHAN KELENGKAPAN SABLON
a. Meja Kerja
Meja kerja atau meja cetak merupakan meja yang digunakan untuk pengerjaan penyablonan. Adapun konstruksi atau bentuk meja tersebut, adalah sebagai berikut :
- Meja harus dibuat dari kayu yang kuat, missal kayu jati sebab kayu jati ini tahan dari goncangan dan juga gerakan. Sebaiknya meja ini mempunyai susunan 2 rak, dimana pada bagian bawah untuk penyimpanan cat, dan bagian tengah un tuk lampu penerangan.
- Daun meja dibuat dari kaca polos dengan tebal 5 mm, sehingga pencetakan berbagai warna dapat dilakukan dengan mudah.
- Rancangan dibuat khusus untuk sablon dengan posisi catok atau engsel penyekat yang sejajar dengan permukaan kaca, demikian juga meja harus sama tinggi dengan permukaan kaca.
b. Landasan (Bantalan Pengalas)
Landasan atau bantalan pengalas ini merupakan alas untuk mengerjakan proses menyablon. Guna bantalan atau landasan ini adalah untuk tekanan kaca terhadap film diatas permukaan screen, tanpa alas keadaan film tidak akan merapat penuh ke permukaan screen sehingga mengakibatkan masuknya berkas-berkas sinar diantara sela-sela ruang dibawah lapisan film tersebut.
Jika berkas sinar ada yang masuk kebagian screen dibawah film tersebut maka dapat mengakibatkan kerusakan hasil afdruk. Fungsi bantalan pengalas ini adalah sebagai penekan, mencegah pembiasan sinar terhadap film, dan menjamin ketajaman hasil proses afdruk nantinya.
Bantalan atau landasan ini dapat dibuat sendiri dengan cara sebagai berikut :
- Pengalas dasar dibuat dari kayu tripleks, dengan maksud agar dapat menahan tekanan dari atas secara merata.
- Bahan bantalan dari karet busa atau spon dengan maksud agar dengan lapisan busa tersebut maka hasil tekanan akan dapat merata.
- Penutup karet busa dibuat dari bahan kain.
c. Catok
Catok adalah alat penghubung antara meja catok dengan alat cetak yang berfungsi sebagai penggerak screen. Catok terbuat dari besi berbentuk U yang diberi engsel dan baut, dipasang dari meja sablon. Guna catok ini untuk menjepit screen secara tetap (paten)





















Gambar 1. Meja Kerja





Dibagian sebelah agar tidak bergeser sewaktu melakukan penyablonan sekaligus berfungsi sebagai alat penyikat, serta alat penggerak dua arah, yaitui keatas dan kebawah. Catok dipergunakan apabila anda bekerja dengan memakai meja kerja.
d. Rakel
Guna karet penyaput atau rakel ini adalah untuk mencetak atau menyablon dan memindahkan gambar dari screen ke sasaran dengan gerak menyaput.
Rakel atau karet penyaput ini terdiri dari karet rakel yang terbuat dari karet asli maupun karet sintetis khusus yang mempunyai ketahanan yang baik terhadap bermacam-macam minyak dan juga bahan-bahan kimia lainnya. Pegangan rakel biasanya terbuat dari kayu atau juga aluminium.
e. Kaca Penekan
Guna kaca penekan ini adalah untuk menekan film diatas permukaan screen, mengingat film diatas permukaan screen tidak dapat merapat seluruhnya jika tidak ada alat yang menekan diatasnya. Untuk keperluan tersebut maka digunakan sebuah kaca yang bening dan bersih dengan ketebalan 5 mm untuk menekan. Kaca tersebut juga berfungsi sebagai jaminan stabilnya duatas screen dan menjamin ketajaman hasil afdruk.
















3. Pertemuan IV, V dan VI
 KAIN SCREEN
Pada alat cetak, proses pemindahan gambar dari film kedalam screen dilakukan, hasil pemindahan ini disebut hasil afdruk karena masuknya GAMBAR KEDALAM kain screen (kain penyaring). Dan Afdruk inilah yang nantinya digunakan untuk mencetak atau menyablon memproduksi berbagai barang cetakan sesuai yang dikehendaki atau yang diinginkan.
Kain screen adalah kain saring (kain semacam sutera) yang khusus dibuat untuk menyablon. Kain screen ini biasanya ditarik (stretch) untuk dibuat menjadi screen. Hasil sablonan sangatlah ditenrukan oleh jenis kain yang digunakan, oleh karena itu pemilihan kain screen yang cocok sangatlah penting dalam pekerjaan penyablonan.
Sebelum digunakan untuk melakukan proses penyablonan, kain screen tersebut terlebih dahulu dipasangakan dalam bingkai kayu dalam keadaan tegang, dan ini disebut sebagai alat cetak.
Hal-hal yang perlu diperhatikan dalam memilih kain screen, adalah sebagai berikut :
1. Kecocokkan kain screen dengan bahan-bahan tintanya.
2. Kemampuan menyablon di permukaan yang diinginkan.
3. Ketepatan atau ketajaman hasil, dan ketahanan pakai atau (kegunaan)
Type screen dan kegunaannya :
- T 25, T 30, T 36, T 40 Untuk saringan obat atau untuk menyablon handuk.
- T 48, T 54, T 61, T 77 Untuk menyablon kain atau kaos.
- T 90, T 120 Untuk menyablon di atas bahan-bahan: kayu, poster, kertas, gelas.
- T 150, T 165, T 200 S Untuk menyablon di atas bahan-bahan : plastik, sticker, kertas , Alumunium, mika dan imitasi

4. Pertemuan VII dan VIII
 PROSES PEMBUATAN AFDRUK
A. Obat Afdruk
Fungsi obat afdruk adalah untuk memindahkan gambar dari film kedalam screen dengan bantuan sinar matahari. Jika keadaan atau cuaca tidak memungkinkan proses pemindahan tersebut dapat dilakukan dengan bantuan sinar lampu dari listrik.
Sifat obat afdruk itu sangat peka terhadap cahaya karena itu pembuatannya harus dilakukan didalam ruangan yang gelap, sehingga dalam proses pengolahan obat afdruk sejak dari melarutkannya sampai pada pemolesannya keatas permukaan screen seluruhnya dilakukan dalam ruangan gelap atau ruangan yang teduh.
Lama penyinaran untuk proses pemindahan gambar kedalam screen (alat cetak) harus disesuaikan dengan cuaca. Semakin panas atau terang cuaca matahari, maka semakin singkat waktu penyinaran yang dibutuhkan. Demikian pula sebaliknya , jika sinar matahari kurang maka penyinarannya yang dibutuhkan akan semakin banyak memakan waktu.

B. Obat Penghapus
Obat penghapus adalah obat yang digunakan untuk menghapus obat afdruk yang digunakan dalam proses penyablonan. Dengan dihapusnya motif atau gambar pada screen maka screen tersebut akan bersih kembali dan dapat diafdruk lagi untuk keperluan pekerjaan penyablonan berikutnya.

C. Tnta Sablon
Tinta atau cat sablon merupakan larutan pewarna yang digunakan dalam mewarnai pola gambar pada benda rancangan yang dibuat atau diinginkan.
Terdapat bermacam-macam jenis tinta atau cat sablon ini tergantung dari bahan yang hendak disablon. Kesesuaian antara bahan yang hendak disablon dengan tinta atau cat sablonnya akan mendapatkan hasil yang memuaskan sesuai yang diinginkan.
Daftar tinta atau cat sablon sesuai penggunaannya untuk bahan sablon yang sesuai, seperti contoh daftar berikut ini :
1. Amco Kayu. Triplek, seng
2. Comat Kertas, karton
3. Fine Ink Plastik biasa
4. Fuji Gloss Imitasi, mika dan kulit
5. Nylo Color Kain katun
6. Polytuf Plastik dan kertas
7. Epy Kertas, Sticker, mika dan imitasi
8. Mono Kertas, Sticker, mika dan imitasi


























15
5. Pertemuan IX dan X
Tehnik Menyablon Kertas Secara Umum
a. Screen yang telah selesai dafdruk, dijepitkan pada catok uang berada dimeja kerja sablon. Bagian permukaan screen yang merapat pada kaca meja sablon atau tatakan sablon.Screen yang akan disablonkan diteliti lagi, mungkin ada lubang-lubang kecil ditepi gambar. Jika ditemukan lubang kecil tersebut, tutup lubang tersebut dengan chromatine dengan bantuan kuas.



























Gambar. 2
Sablon kertas umum



b. Untuk tahap pertama penyablonan kertas ini, bahan tinta cetak yang digunakan dapat dicairkan dengan pengencer terpin, dimana cara mencairkannya tidak boleh terlalu encer maupun terlalu kental. Akibat pencairan tinta yang terlalu encer akan menyebabkan tinta menjadi tidak tajam tercetak pada kertas (bahasa jawa : mlobor). Dan jika pencairan tinta terlalu kental akan membuat tinta menyumbat gambar klise pada screen. Larutan tinta dan terpin tersebut dapat ditambah dengan sedikit larutan pengering, agar proses pengeringnya tidak memerlukan waktu yang lama.





Gambar. 3
Cara mencairkan tinta






c. Tuangkan larutan tinta tersebut sebagian dalam screen. Perhatikan jangan sampai larutan mengenai gambar atau pola screen. Turunkan screen sehingga rapat dengan meja kerja.



Gambar. 4
Cara menuang larutan tinta


d. Gunakan rakel untuk menyaput larutan cat di atas screen dari arah atas menuju bawa



Gambar. 5
Cara menyaput larutan cat

e. Angkat screen kembali dan saputkan larutan cat dengan karet penyaput (rakel) kembali ke bagian atas screen.



Gambar. 6
Cara menyaput larutan cat dari bawah ke atas



f. Setelah kaca di meja kerja tercetak sesuai pola gambar atau gambar yang terdapat pada screen, taburkan tepung kanji pada gambar diatas kaca tersebut. Usaplah beberapa kali dengan gerakan memutar secara merata agar cat cepat mengering.






Gambar. 7
Cara meratakan tepung kanji


g. Perhatikan dengan sungguh-sungguh dan telitilah gambar yang telah tercetak dan mengering di atas kaca kerja. Pastikan hasil sablonan tersebut sesuai dengan yang diinginkan. Jika terdapat kesalahan atau hasil yang kurang baik, segera perbaiki screen.





Gambar. 8
Cara menghasilkan sablonan yang sesuai dengan keinginan


h. Gambar yang tercetak di atas meja kerja tersebut dijadikan patokan atau pedoman penentuan pekerjaan sablon yang akan dilakukan. Caranya, ambil kertas tipis yang tembus pandang dan ukur sesuai dengan kertas yang akan disablon nanti. Gunakan lampu penerang di bawah kaca agar penentuan patokan atau pedoman penyablonan tersebut semakin tepat. Keempat sudut kertas patokan tersebut direkatkan ke atas meja dengan menggunakan selotip atau isolasi. Penyablonan kertas dapat dimulai.


Gambar. 9
Cara menentukan patokan kerja sablon





BAB IV
PENUTUP


A. Kesinpulan
Pada hakekatnya pemuda memiliki potensi yang luar biasa kalau mendapat kesempatan dan motivasi serta pembinaan yang tepat. Peran serta masyarakat luas pada umumnya dan lembaga yang berkompeten pada khususnya di bidan kepemudaan merupakan fasilitator dan moderator yang bias menjembatani kebutuhan para pemuda.
Dari hasil pelaksanaan program kepemudaan yang telah kami laksanakan terrnyata secara umum hasilnya sungguh sangat membanggakan, dengan dibuktikan mereka sangat semangat dan antusias di dalam mengikuti program tersebut.
Untuk lebih memacu agar para pemuda dapat menggali potensi yang ada pada diri mereka maka diperlukan bantuan dari lembaga-lembaga yang menangani bidang tersebut sangat diperlukan agar pemuda bias mengoptimalkan potensi yang dimilikinya.

B. Saran
1. Lembaga Kepemudaan hendaknya lebih intensif turun ke bawah untuk bias menggali lebih dalam terhadap potensi yang dimiliki para pemuda.
2. Pemuda hendaknya bersikap terbuka , selalu aktif dan kreatif berfikir dinamis terhadap dinamika perkembangan kemajuan jaman, sehingga diharapkan sikap pemuda yang aktif, kreatif, dan mandiri akan mampu bersaing demi kelangsungan masa depan yang menjadi harapan.

C. Tindak Lanjut
1. Menggalang potensi dan minat pemuda secara berkala, sehingga program ini dapat berjalan secara berkelanjutan.
2. Bagi para pemuda yang telah memilik kemampuan dasar hendaknya dapat meningkatkan ketrampilan baik melalui praktek lapangan maupun kursus-kursus yang lebih tinggi.







































23
D. Lampiran

IDENTIFIKASI KEBUTUHAN KEGIATAN KEPEMUDAAN
KARANG TARUNA “ SUPIT MINANGKORO “
DESA WIRADESA KECAMATAN WIRADESA
KABUPATEN PEKALONGAN
PROGRAM PELATIHAN PENYABLONAN (SABLON)
TAHUN 2008


Nama Mahasiswa : Moh. Taofik Ismail
NIM : 815296616
Kelas : P
Pokjar : Bojong Kab. Pekalongan
UPBJJ-UT : Semarang


No Nama Identitas Minat Kegiatan Kepemudaan Cita-cita
L/ P Usia Pendidikan Terakhir
1 KRISTIAN L 30 th SMP Penyablonan Wiraswasta
2 MIFTAHUDIN L 32 th SMP Penyablonan Wiraswasta
3 ALIMIN L 27 th SMP Penyablonan Wiraswasta
4 DINARSO L 32 th SD Penyablonan Wiraswasta
5 HISHOM L 31 th SD Penyablonan Wiraswasta
6 YASIR L 30 th SD Penyablonan Wiraswasta
7 SAIFULLAH L 27 th SMP Penyablonan Wiraswasta
8 MUGIRI L 35 th SLTA Penyablonan Wiraswasta


Tutor Mata Kuliah
Pembelajaran Berwawasan
Kemasyarakatan
Kepala Desa Wiradesa
Kecamatan Wiradesa




Zaeuddin Yoewana, S.E.,M.M.
NIP 070008615



H. Supono

24
Foto


Gambar 1


Gambar 2




Gambar 3


Gambar 4

6 komentar:

  1. Trima kasih telah berbagi pengetahuan semoga bermanfaat dan berkah.

    BalasHapus
  2. sama-sama pak,...he3x blog saya lagi minim n masih sangat sederhana.

    BalasHapus
  3. silahkan lihat di https://docs.google.com/document/d/1NsB-qe2D8ZI3tnZCWmrTPv9JYaUzpKFHAOslpi4c4m8/edit?hl=en_US

    BalasHapus
  4. trimakasi sayang gambar tidak ada..!

    BalasHapus
  5. gambar yang asli di rumahku pak,...
    https://docs.google.com/document/d/1NsB-qe2D8ZI3tnZCWmrTPv9JYaUzpKFHAOslpi4c4m8/edit?hl=en_US

    BalasHapus